Silabus
Bab 2
RPS OBE: Sub-CPMK 1 Target Jurnal SINTA 2 Paradigma Integrasi-Interkoneksi
Fondasi Epistemologis Akuntansi Syariah Berbasis Wahyu & Nilai Lokal Madura

Orientasi, Kontrak Belajar & Paradigma Tafsir Ayat Akuntansi

Pertemuan pembuka mata kuliah Tafsir Ayat Akuntansi. Membangun kesepakatan kontrak belajar (RPS OBE), mendefinisikan akuntansi syariah dari epistemologi wahyu, menguasai metodologi tafsir ayat ahkām/mu'āmalah (tafsir maudhū'ī), serta memetakan sumber rujukan primer.

Dosen: Faqih Ali Syariati, Lc., M.S.I.
TM 100' | TT 120' | BM 120' (Total 340')
Bobot: 5% Sub-CPMK 1
Modul AktifPERTEMUAN 1
Progres ModulSiap Diakses
Bagian I — Kerangka Instruksional OBE

Pendahuluan, Sasaran Sub-CPMK 1 & Kontrak Perkuliahan

Sub-CPMK 1: Mampu memahami orientasi perkuliahan, silabus, kontrak belajar, dan urgensi epistemologis tafsir ayat akuntansi. Pertemuan ini menjadi pintu gerbang seluruh perjalanan akademik. Mahasiswa menyepakati komitmen kelas berbasis RPS OBE, memahami peta 16 pertemuan, dan membangun fondasi paradigmatik: mengapa Al-Qur'an diposisikan sebagai sumber etika dan epistemologi akuntansi syariah, bukan sekadar teks ibadah.

Kunci orientasi ini adalah menyadari bahwa Al-Qur'an memuat prinsip-prinsip akuntansi yang jauh mendahului kelahiran double-entry bookkeeping Luca Pacioli (1494): konsep hisab (pertanggungjawaban), pencatatan transaksi bertempo (Ayat al-Mudāyanah QS. 2:282), keadilan takaran dan timbangan (QS. Al-Muthaffifin), pengawasan internal (Ra'qib-'Atīd), hingga akuntabilitas spiritual (hisab ilāhī).

5 Indikator Ketercapaian Sub-CPMK 1

Indikator 1.1

Memahami RPS & Silabus

Ketepatan memahami struktur RPS OBE, bobot evaluasi, CPL-CPMK, dan alur 16 pertemuan.

Indikator 1.2

Menyepakati Kontrak Belajar

Ketepatan menyepakati komitmen kehadiran, etika kelas, dan tata tertib penugasan kolaboratif.

Indikator 1.3

Mendefinisikan Akuntansi Syariah

Ketepatan membedakan akuntansi konvensional-positivistik vs akuntansi syariah berbasis tauhid.

Indikator 1.4

Menguasai Metode Tafsir

Ketepatan memahami metode tafsir ayat ahkam/mu'amalah dan pendekatan tafsir maudhu'i.

Indikator 1.5

Memetakan Sumber Rujukan

Ketepatan mengenali kitab tafsir induk & literatur babon akuntansi syariah sebagai rujukan primer.

Peta Konsep Logis Alur Pembelajaran

Fase 1: Kontekstualisasi

Struktur mushaf Madaniyah. Hubungan dialektis antara instrumen tabarru', pelarangan riba, dan legitimasi kredit komersial.

Kausalitas Ayat 261-282
Fase 2: Hermeneutika Teks

Eksegesis mufradat: Tadayantum, Il ajalin musamma (anti-gharar zamani), dan mandat Faktubuhu.

Wujud vs Irsyad Fiqhi
Fase 3: Profesi Akuntansi

4 pilar Katib 'Adil, status fardhu kifayah juru tulis, serta benturan kepentingan dalam teori agensi modern.

AAOIFI & Islamic Auditing
Fase 4: Rekonstruksi Budaya

Etnometodologi Madura: Tanèyan Lanjhang (full disclosure) & Langghar (internal whistleblowing spirit).

Living Law UIN Madura
Bagian II — Epistemologi Akuntansi Syariah

Definisi Akuntansi Syariah: Dari Paradigma Positivis ke Tauhid

Definisi Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan melaporkan transaksi ekonomi berdasarkan prinsip dan nilai Islam, yang bertujuan mewujudkan keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan maslahah, bukan sekadar kepentingan pemilik modal melainkan seluruh stakeholder dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT.

Berlandaskan Al-Quran dan Hadis
Menolak unsur riba, gharar, dan maysir
Berorientasi maslahah dan keadilan distributif
Mengintegrasikan standar AAOIFI dan IAI/DSAS

Kritik atas Paradigma Positivis

Paradigma positivis dalam akuntansi menganggap ilmu akuntansi sebagai pengetahuan netral, berfokus pada fenomena yang dapat diukur secara empiris tanpa mempertimbangkan dimensi normatif. Akibatnya muncul praktik creative accounting, manipulasi laba, dan krisis etika.

Mengabaikan dimensi etika dan nilai
Menghalalkan praktik ekonomi non-halal
Merasionalisasi ketidakadilan struktural
Mengabaikan accountability kepada Tuhan

Matriks Komparasi: Konvensional vs Syariah

AspekKonvensionalSyariah
OntologiSekuler, bebas nilaiTauhid, nilai ilahiyah
TujuanMaksimalisasi labaKeadilan & maslahah
AkuntabilitasKepada pemegang sahamKepada Allah & masyarakat
LandasanTeori agensi / GAAPAl-Qur'an, Sunnah, Ijma'
Pos Non-HalalDiakui sebagai pendapatanDipisah (dana kebajikan)
ZakatDi luar sistemIntegral dalam laporan

Tauhid (Lillah)

Setiap transaksi adalah ibadah & amanah di hadapan Allah.

'Adl (Keadilan)

Takaran & timbangan yang presisi, anti-manipulasi.

Amanah

Integritas & kejujuran dalam seluruh pencatatan.

Tabayyun

Verifikasi & bukti yang andal atas transaksi.

Maslahah

Berorientasi kemaslahatan publik, bukan privat semata.

Bagian III — Metodologi Tafsir

Paradigma Tafsir Ayat Ahkam & Metode Tafsir Maudhu'i

Tafsir ayat ahkam (آيَاتُ الأَحْكَامِ) adalah cabang tafsir yang menelaah ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an, termasuk hukum muamalah finansial. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik (tafsir maudhu'i) — menghimpun seluruh ayat tentang satu tema akuntansi lalu menafsirkannya secara utuh dan kontekstual.

Metode ini berbeda dari tafsir tahlili (analitis, ayat per ayat mengikuti urutan mushaf). Maudhu'i melompati antar-surat untuk mengumpulkan ayat-ayat senada, meneliti asbab an-nuzul, munasabah, serta pendapat para mufassir, kemudian menyimpulkan prinsip akuntansi yang kokoh.

5 Langkah Metode Tafsir Maudhu'i (Model Al-Farmawi)

Langkah 1

Penetapan Tema

Memilih tema akuntansi (misal: kitabat ad-dayn / pencatatan utang).

Langkah 2

Inventarisasi Ayat

Menghimpun semua ayat terkait tema di berbagai surat.

Langkah 3

Urutan Kronologis

Menyusun berdasarkan asbab an-nuzul & munasabah ayat.

Langkah 4

Komparasi Mufassir

Menelaah Ibnu Katsir, Az-Zuhaili, Quraish Shihab, Al-Qurthubi.

Langkah 5

Sintesis Hukum

Menarik kesimpulan hukum untuk diterapkan dalam sistem akuntansi.

Komparasi Pendekatan Tafsir

PendekatanCiri UtamaRelevansi Akuntansi
TahliliBerdasarkan urutan turunnya wahyuBaik untuk kontekstualisasi historis
Maudhu'iBerdasarkan tema/topikSangat relevan untuk muamalah dan akuntansi
Ijtihad KolektifMusyawarah para ulamaMenghasilkan fatwa dan standar (AAOIFI)
Hermeneutika ModernMetode kajian kritisAlternatif akademik kontemporer

Daftar Rujukan Otoritatif

Ibnu Katsir Az-Zuhaili Quraish Shihab Al-Qurthubi Al-Farmawi Iwan Triyuwono Harahap AAOIFI IAI/DSAS
Bagian IV — Kontrak Belajar Interaktif

Komitmen & Kontrak Perkuliahan

Struktur 16 pertemuan kurikulum OBE, proporsi penilaian capaian, dan komitmen integritas akademik mahasiswa.

Struktur Penilaian (OBE)

Total 100%
Pre-Test & Diagnostik5%
Tugas Terstruktur & Peer Review10%
Evaluasi Tengah Semester (ETS)20%
Evaluasi Akhir Semester (EAS)40%
Partisipasi & Diskusi Analitis15%
Project-Based Learning / Makalah10%

Komitmen Belajar Mahasiswa

0/5 Disetujui
Bagian V — Infografis & Peta Konsep

Peta Konsep 16 Pertemuan & CPL-CPMK Tree

16 Pertemuan Timeline

P01 Orientasi P02 Hisab P03 Mudayanah 1 P04 Mudayanah 2 P05 Timbangan P06 Transaksi Halal P07 Laba vs Riba P08 ETS P09 Zakat P10 Penyaluran Zakat P11 Wakaf P12 Tabayyun P13 Transparansi P14 Faraidh P15 Sintesis P16 EAS

CPL -> CPMK Tree

CPL 1: Sikap Religius & Integritas
M1 Sikap amanah, akuntabilitas spiritual (Lillah & Langghar)
CPL 2: Penguasaan Konsep Tafsir Finansial
M2 Metodologi tafsir, ayat hisab, pencatatan transaksi, keadilan ukur
M3 Analisis komparatif tafsir mu'tabar dan deteksi fraud
CPL 3: Penerapan Keadilan & Akuntansi Zakat/Wakaf
M4 Penyusunan kajian tafsir tematik dan akuntabilitas sosial (Lombhung & Dapor)
Bagian VI — 6 Kasus HOTS Dilematis

Studi Kasus: Etika & Integritas Akademik

Klik "Buka Analisis" untuk melihat solusi. (Tersedia mode dosen dengan PIN)

1

Pilihan Program Studi

Antara Akuntansi Konvensional vs Syariah

Anda adalah mahasiswa baru yang diterima di dua program studi sekaligus: Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah. Keluarga menyarankan konvensional karena "lebih punya prospek kerja di luar negeri", sedangkan hati dan keyakinan mengarah pada syariah. Bagaimana Anda menetapkan keputusan tanpa mempertentangkan kedua pilihan tersebut secara berlebihan?

Dilema: Konflik antara ekspektasi keluarga dan komitmen pribadi terhadap nilai agama.

Solusi: Lakukan komunikasi terbuka dengan keluarga dengan menyajikan data prospek kerja akuntansi syariah (perbankan syariah, lembaga zakat, BAZNAS, corporate sharia). Konsep "fardhu kifayah" di bidang akuntansi syariah menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat akan profesional muslim di bidang ini sangat tinggi. Keputusan yang tepat adalah memilih program yang selaras dengan nilai tauhid dan visi jangka panjang karier yang meaningfull.

2

Dosen dan Arahan Topik

Integritas ketika arahan bertentangan dengan prinsip

Dosen mengarahkan Anda untuk meneliti topik yang mengandung unsur riba (misal: manajemen investasi portofolio berbunga). Anda sudah lama menginginkan topik sejenis karena materinya mudah didapat. Bagaimana respons Anda?

Dilema: Ketaatan pada arahan dosen vs konsistensi dengan prinsip akuntansi syariah.

Solusi: Tawarkan alternatif topik yang setara secara ilmiah tetapi syariah-compliant (misal: sukuk vs obligasi konvensional). Komunikasikan concern Anda dengan etis dan konstruktif. Sebagai akademisi masa depan, integritas lebih berharga daripada kemudahan materi.

3

Kontrak Belajar yang Diubah

Integritas akademik dalam kontrak kolektif

Salah satu teman mengajak kelompok Anda memodifikasi kontrak belajar yang sudah disepakati bersama, mengurangi jumlah tugas tanpa ijin dosen. Anda knowing that hal itu melanggar prinsip akuntabilitas.

Dilema: Loyalitas kelompok vs integritas akademik dan kontrak belajar.

Solusi: Tegakkan prinsip "shiddiq" (kejujuran) dengan menolak secara tegas namun tetap menghormathi hubungan. Tawarkan alternatif: minta ijin dosen terlebih dahulu. Integritas yang konsisten akan membangun kepercayaan jangka panjang.

4

Dilema Waktu: Kuliah vs Kerja

Manajemen waktu dan integritas

Anda bekerja paruh-waktu untuk biayai kuliah. Saat ujian midterm mendekat, atasan meminta Anda lembur. Bagaimana menyeimbangkan tanpa mengorbankan integritas akademik?

Dilema: Kebutuhan ekonomi vs komitmen akademik.

Solusi: Negosiasikan jadwal kerja dengan transparan. Manajemen waktu yang disiplin (time-blocking) adalah kunci. Ingat: pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa diganti dengan pendapatan sementara.

5

Topik Skripsi Bertentangan

Etika penelitian dan konsistensi nilai

Dosen pembimbing meminta topik skripsi tentang "optimalisasi pendapatan bunga" di lembaga keuangan. Anda merasa topik ini bertentangan dengan prinsip akuntansi syariah yang sedang Anda pelajari.

Dilema: Kepatuhan pada dosen vs konsistensi dengan prinsip syariah.

Solusi: Sampaikan concern secara profesional dan tawarkan alternatif: "optimalisasi pendapatan sukuk" atau "manajemen risiko financing tanpa riba". Integritas ilmiah lebih berharga daripada menyelesaikan skripsi dengan keraguan moral.

6

Sumber Internet yang Bertentangan

Literatur review dan keabsahan sumber

Anda menemukan artikel di internet yang menyatakan "akuntansi syariah adalah akuntansi konvensional dengan tambahan syariah". Artikel tersebut populer di kalangan teman-teman. Bagaimana respons Anda?

Dilema: Menghadapi miskonsepsi yang umum vs ketepatan informasi.

Solusi: Konsep "integrasi nilai" dan "rekonstruksi paradigma" menjadi jawaban. Akuntansi syariah bukan sekadar add-on, tetapi reformasi ontologis seluruh sistem. Gunakan literatur Triyuwono dan Harahap untuk menunjukkan perbedaan mendasar. Edukasi adalah kewajiban bagi yang sudah mendalami.

Bagian VII — Asesmen Mandiri & Bukti Digital

10 Kuis Baseline HOTS & Generator Kartu Bukti

Ukur pemahaman awal orientasi perkuliahan, epistemologi akuntansi syariah, dan metodologi tafsir maudhu'i.

Gerbang Identitas Mahasiswa (Terverifikasi)
Portal Mahasiswa Resmi

Pilih Kelas Anda terlebih dahulu, kemudian ketik atau pilih Nama Anda dari daftar pencarian. NIM resmi Anda akan terisi secara otomatis.

Memuat data mahasiswa... Tafsir Ayat Akuntansi FEBI UIN Madura
Timer 5 Menit (300 Detik) 10 Soal HOTS Acak Sertifikat QR Standar OBE Sinkron Cloud Otomatis
Bagian VIII — Jurnal Refleksi Lillah

Refleksi Komitmen Etika Akuntan Muslim

Pilihan Prompt Refleksi

Bagaimana Anda memahami konsep akuntabilitas spiritual (hisab) dalam konteks profesi akuntan muslim? Apa langkah konkret yang akan Anda terapkan untuk menjaga integritas saat menghadapi tekanan manajemen?

Minimal 3 kalimat0 kata
Bagian IX — Glosarium & Referensi

Glosarium Istilah & Daftar Pustaka

Glosarium

Tafsir Ahkam

Cabang tafsir yang menelaah ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an.

Tafsir Maudhu'i

Tafsir tematik yang mengumpulkan ayat berdasarkan topik tertentu.

Sub-CPMK

Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah — kemampuan akhir yang terukur per pertemuan.

Hisab

Pertanggungjawaban manusia di hadapan Allah atas seluruh amal dan transaksi.

Fardhu Kifayah

Kewajiban kolektif yang jika dipenuhi oleh sebagian orang, dibebaskan dari kewajiban itu orang lain.

Referensi Utama (APA 7th)

  • Ibnu Katsir. (2015). Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim (Juz 1-30). Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah.
  • Az-Zuhaili, W. (2018). Tafsir Al-Munir fi Al-'Aqidah wa Asy-Syari'ah wa Al-Manhaj. Damaskus: Dar Al-Fikr.
  • Shihab, M. Q. (2017). Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
  • Al-Qurthubi, A. (n.d.). Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an.
  • Al-Farmawi, A. H. (n.d.). Al-Bidayah fi at-Tafsir al-Mawdhu'i.
  • Triyuwono, I. (2012). Akuntansi Syariah: Perspektif, Metodologi, dan Teori. Jakarta: Rajawali Pers.
  • Harahap, S. S. (2011). Menuju Perumusan Teori Akuntansi Islam. Jakarta: Pustaka Quantum.
  • AAOIFI. (n.d.). Shari'ah & Accounting Standards. Manama.
  • IAI. (n.d.). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK/SAS Syariah). Jakarta.